Home Proyek Demo
Demo Lanjut

Strategi Adaptasi Banjir

Durasi: 2 Jam
Strategi Adaptasi Banjir

Deskripsi Proyek

Proyek ini berfokus pada perencanaan infrastruktur dan kebijakan untuk menghadapi peningkatan risiko banjir akibat perubahan iklim. Anda akan berperan sebagai perencana kota yang harus merancang sistem pertahanan banjir yang komprehensif, mencakup pembangunan tanggul, pembuatan kolam retensi, hingga penerapan sistem peringatan dini berbasis komunitas. Strategi ini sangat krusial bagi kota-kota pesisir yang terancam kenaikan permukaan laut.

Dalam simulasi ini, Anda akan dihadapkan pada skenario curah hujan ekstrem dan kenaikan air laut. Anda harus membuat keputusan sulit dalam alokasi anggaran terbatas untuk melindungi wilayah pemukiman paling rentan. Proyek ini mengajarkan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam adaptasi iklim, yang menggabungkan rekayasa teknik dengan keadilan sosial dan perlindungan ekosistem pesisir.

Apa sih proyek ini?
Bayangkan kamu jadi wali kota dadakan di kota yang terancam banjir. Tugasmu: melindungi warga dari hujan deras dan air laut yang makin naik, tapi uangnya terbatas — jadi kamu nggak bisa melindungi semua area sekaligus. Durasinya 2 jam.
Yang bikin proyek ini menarik, kamu nggak cuma mikirin teknik bangunan aja, tapi juga tiga hal sekaligus:

Uang terbatas → harus pilih mana yang paling penting dilindungi dulu
Keadilan → jangan cuma lindungi daerah kaya, warga miskin yang paling rentan juga harus diutamakan
Alam → jangan sampai bangunan pelindung malah merusak pantai/rawa yang justru jadi pelindung alami

Tiga alat yang bisa kamu pakai:

Tanggul — tembok penahan air
Kolam retensi — kolam penampung air hujan biar nggak langsung banjir
Sistem peringatan dini — alarm/notifikasi biar warga sempat mengungsi
Langkah-Langkah Simulasinya (versi santai)

1. Lihat dulu kota mana yang paling berisiko
Cek peta kota: area mana yang rendah dan dekat pantai (paling gampang kebanjiran), dan area mana yang penduduknya paling rentan (biasanya perumahan kumuh yang minim perlindungan).

2. Kenali tiga senjata yang kamu punya
Tanggul → kuat menahan air, tapi mahal. Kalau salah desain, air malah "pindah" ke daerah lain.
Kolam retensi → lebih ramah lingkungan, tapi butuh lahan luas.
Sistem peringatan dini → murah, nggak mencegah banjir, tapi bisa menyelamatkan nyawa karena warga sempat mengungsi.

3. Coba-coba kombinasi sesuai anggaran
Misalnya: tanggul di satu daerah + kolam retensi di daerah lain + peringatan dini di seluruh kota. Coba beberapa kombinasi dan lihat mana yang paling masuk akal dengan uang yang ada.

4. Jangan lupakan warga miskin
Jangan cuma lindungi pusat bisnis yang menghasilkan uang. Warga di kampung padat penduduk biasanya paling butuh perlindungan, meski daerahnya nggak "menghasilkan" secara ekonomi.

5. Jaga alam sekitar
Cek juga apakah tanggul yang kamu bangun malah merusak hutan bakau atau rawa — padahal itu justru pelindung alami dari banjir. Kalau bisa, tambahkan solusi alami seperti menanam bakau lagi.

6. Uji hasilnya
Jalankan simulasi hujan ekstrem dan kenaikan air laut, lalu lihat: daerah mana yang masih kebanjiran? Berapa banyak warga yang terlindungi? Berapa uang yang habis?

7. Renungkan hasil akhirnya
Tuliskan kenapa kamu memilih kombinasi itu, dan bagian mana yang paling susah diputuskan (misalnya: pilih lindungi lebih banyak orang, atau jaga alam, atau hemat uang).